Kumpulan Berita Kriminal Terpopuler SBODewa Tentang Bandar Taruhan Judi Online Serta Produk Permainan Judi Online Dan Promo Yang Ada Di Situs Agen Judi Online SBODew

Tampilkan postingan dengan label Detasemen Khusus 88. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Detasemen Khusus 88. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 November 2017

Densus88 Tangkap Empat Teroris Jaringan Bima


Densus88 Tangkap Empat Teroris Jaringan Bima

SBODewa.com , Jakarta - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali menangkap terduga teroris yang diduga terkait dengan kelompok Jamaah Ansharut Tauhid / JAT pimpinan Munandar di Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat / NTB.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari operasi yang dilakukan Densus 88 terhadap tujuh terduga teroris sebelumnya.

"Kemarin ada empat terduga teroris penangkapan," kata Martinus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis tanggal 02/11/2017.

Dia membeberkan, inisial keempat terduga teroris adalah RJ, AM, BA dan SR. Martinus menerangkan, SR adalah pembuat senjata api rakitan asal Kabupaten Dompu, NTB.

Empat terduga teroris juga diduga terkait insiden penembakan anggota Polri Brigadir Kepala Abdul Gafur dan Brigadir Kepala Zainal Abidin di Penatoi, Mpunda, Kota Bima, 11 September 2017 silam.

Sebelumnya, Densus 88 menangkap lima terduga teroris yakni Muhammad Ikbal Tanjung (28) yang diduga berperan sebagai eksekutor penembakan, dan Abdul Hamid alias Dami (60) yang diduga memberikan bantuan logistik kepada para pelaku yang dalam pelarian karena terkait dengan penembakan anggota Polres Bima.

Kemudian, Jasman Ahmad (28) yang diduga berperan sebagai koordinator penyedia logistik untuk diberikan kepada para pelaku yang sedang dalam pelarian karena terkait dengan penembakan anggota Polres Bima sekaligus anggota JAT, Yaser Bin Thamrin (29) yang diduga ikut dalam pelatihan fisik yang dilakukan di internal JAT Bima, serta Arkam (30) yang diduga ikut dalam pelatihan fisik yang dilakukan pada internal JAT Bima.

Densus 88 juga sempat terlibat baku tembak dengan kelompok JAT di Gunung Mawu Rite, Kabupaten Bima pada Senin tanggal 30/10/2017. 

Kontak senjata itu mengakibatkan dua terduga teroris, Muhammad Amirullah alias One Dance (37) dan Rahmad Fadhlidzil Jalal alias Yaman (27), tewas. Baku tembak terjadi sekitar pukul 09.45 WITA di Gunung Rite Asakota, tepatnya di Gunung Mawu Rite perbatasan Kota Bima dengan Kecamatan Ambalawi.

Martinus mengatakan, seluruh terduga teroris yang berjumlah sembilan ini akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Share:

Selasa, 31 Oktober 2017

Polisi Telah Berhasil Ungkap 2 Nama Teroris Di Bima


Polisi Telah Berhasil Ungkap 2 Nama Teroris Di Bima

SBODewa.com, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengungkapkan nama dua terduga teroris yang tewas dalam kontak senjata dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Gunung Mawu Rite, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) hari ini.

“Terduga teroris yang tertembak Amir alias Dance dan Yaman,” kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (30/10).

Setyo mengatakan Amir adalah seorang buron yang diduga terkait dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah. Sedangkan, Yaman diduga anggota kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Munandar.

Setyo menerangkan Densus 88 mengamankan satu pucuk senjata dari tangan kedua terduga teroris, 20 butir peluru berkaliber 5,56 milimeter, tas ransel, dan botol minuman. Namun, Setyo mengaku belum mengetahui jenis senjata tersebut karena masih perlu proses identifikasi lebih lanjut.

Setyo menuturkan, kedua terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 diduga juga terkait dengan insiden penembakan anggota Polri di Kota Bima pada 11 September 2017 silam.

Baku tembak antara Densus 88 dengan kelompok JAT pimpinan Munandar di Gunung Mawu Rite terjadi hari ini sekitar pukul 9.45 WITA. Usai baku tembak di Gunung Mawu Rite, Bima, Densus 88 saat ini mengejar dua terduga teroris lain yang berhasil melarikan diri yakni Iqbal dan Nandar.

“Saat ini, tim masih melakukan pengejaran terhadap dua target di hutan tersebut,” kata jenderal bintang dua itu.

Setyo menerangkan dari aksi penyelidikan diduga aksi-aksi teror yang dilakukan kelompok itu di Bima berasal dari perintah Santoso.

“Tersangka terlibat dalam penembakan anggota Polri di Kota Bima. Tersangka terlibat dengan MIT,” katanya.
Share:
Copyright © Berita Kriminal | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com